Puisi Perselingkuhan

Puisi Perselingkuhan

kumpulanperibahasa.web.id Beberapa perselingkuhan yang dikategorikan sebagai tempat kesetiaan .Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Puisi Perselingkuhan. Beberapa artikel yang akan kami sajikan untuk anda kali ini ,bisa sangat membantu apabila anda ingin mencari informasi yang berikaitan mengenai Puisi Perselingkuhan Dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang membahas dan mengulas mengenai Puisi Perselingkuhan

Aku, Kamu dan Sepasang Mata Kita

Aku,
Aku bukanlah payung.
Tapi, Ku coba melindungimu dari hujan
Menjagamu dari terik yang tak nyaman.

Aku,
Aku mungkin tak seindah pelangi.
Tapi, Ku coba pancarkan warna.
Agar bias perbedaan ini lebih berwarna.

dan jika Kau bertanya siapa Aku.
Aku seperti gunung, gunung yang kokoh, kuat dan tinggi.
Tapi kupikir Aku tak sehebat itu.
dan jika belum Kau temukan jawaban dari rasa penasaran yang membelenggu.

Mendekatlah,
Mendekatlah tepat disampingku.
Tatap lalu kenali aku.
Tak perlu kau pecahkan gelas biar ramai.

Tak perlu kau bertanya pada rumput yang bergoyang,
Atau berteriak pada ombak yang beriak.
Cukup antara kita berdua.
hanya ada aku, kamu dan sepasang mata kita.
dan perkenalkan aku.
aku adalah ibu tempatmu mengadu.

aku adalah teman saat kau terbalut tangisan.
aku adalah pecandu bagi senyumanmu.
aku adalah penjaga harapan, harapan tentang menjadi aku,
menjadi aku yang kembali terpilih jadi kekasih.
dan perkenalkan aku
akulah kekasih, saat dengan yang lain hatimu mulai tersisih.

ingat
disela detak jam,ku selipkan namanya masih namanya di ingatan
ya ingatan
ingat ketika kebersamaan masih menaungi kita
ingat ketika keegoisan langit menghujani kita
ingat ketika pundaku penuh linangan air mata

seketika pula terlintas dalam ingatan
ya ingatan
ingat ketika pengkhianatan jadi akhir kita dahulu
ingat ketika keegoisan hempaskan aku
ingat ketika bukan aku yg mengusap air mata mu

seketika itu pula aku ingat
Tuhan masih mengasihi ku apa ada nya
Dia tunjukan gelap yang tergelap
dan menyibak nya menjadi surya

dan aku masih mengingat nya
agar kelak aku mampu mengingat
kenangan itu bersamanya

DI RUANG TAMU MU KAWAN
aku, kamu duduk bersindeku
diatas kursi bambu
sesekali kita meragu
ragu yang abu
dari sisa Djisamsu
yang kita bakar bersama masa lalu

jangan lagi kita bicarakan rindu
karena seberapa sering kesetiaan menikamku
kesetiaan yang kita eja sejak masa kanak-kanakmu, kanakku
jangan lagi kita bicarakan rindu
karena seberapa sering aku salah menghitung air mata di dada waktu
dan didadamu, yang kupunguti bersama aljabar dan kata tunggu

malam yang dingin
kita jerat angin

aku, kamu duduk bersindeku
diatas kursi bambu
sesekali kita berpikir
pikir yang lingsir
dari beling cangkir
kopi hitam malam dan merdu bunyi gangsir

mari kita mengintip purnama
yang sedang menghamili sepi dirahim puisi
jangan lagi kau tak percaya
janin katanya tak bisa dicuri
bagiku puisi adalah madu
seperti bagimu musik dan lagu adalah ibu

kita kucup senyum
bulan yang ranum

aku, kamu duduk bersindeku
diatas kursi bambu
sesekali tawa kita memecah
pecah yang resah
dari desir darah
canda gundah yang senantiasa membuncah

sekarang tidurlah
sebelum bibir kita menuntut sebotol vodka
atau sekedar anggur merah
kasurmu yang tak lagi gembur menunggumu rebah
pintuku akan selalu terbuka
buatmu segala ada
aku sudah terlalu letih
lukaku tak sanggup lagi mengubur perih
dipasir hitam laut matiku
dikejang karam karangku

aku, kamu harus tetap setia
meski harus bercucur air mata
aku akan kenangkan Kata
sesetia-setianya!!

Baca Juga :Puisi Persahabatan Terindah Antara Kita

Buatnya
jangan terlalu baku
santailah
tak susah merajut luka kalau kau lupa
tutup buku lama
kuburlah ia
sedalam – dalam tenagamu mampu menggali
di pepohonan berteduhlah
tak henti hujan kau berlari
tunggu saja reda sampai pelangi tiba
tertawalah atau senyum
sedikit tak apa
murungmu bikin aku nafsu saja
Berharap Emas

bajingan banksat berharap emas
emas menjauh, mendekat rongsokan besi bekas
untuk sementara waktu bajingan lega bernapas
aspirin untuk rasa sakit atas impian yang terlepas

sekalipun rongsokan adalah harga yang pantas
manusia mana yang mudah puas
bagaimana pun emas jauh lebih berharga
dasar bajingan bodoh tak mampu menjaga