Peribahasa Indonesia

Peribahasa adalah kelompok kata yang mempunyai susunan yang tetap dan mengandung aturan berperilaku, nasihat, prinsip hidup, perbandingan atau perumpamaan. Peribahasa biasanya menggunakan kiasan untuk menggambarkan maksud tertentu. Peribahasa adalah salah satu jenis aforisme, yakni suatu bentuk kebahasaan yang ringkas dan berisikan kebenaran umum.

Pengertian Peribahasa

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), peribahasa adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu (dalam peribahasa termasuk juga bidal, ungkapan, dan perumpamaan).

Peribahasa adalah ungkapan atau kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku. Edwar Djamaris dalam Menggali Khazanah Sastra Melayu Klasik (1984), peribahasa tidak saja merupakan mutiara bahasa, bunga bahasa, tetapi juga suatu kalimat yang memberikan pengertian yang dalam, luas, tepat, disampaikan dengan halus dan dengan kiasan.

Harimurti Kridalaksana dalam Kamus Linguistik (1993) menjelaskan peribahasa adalah kalimat atau penggalan kalimat yang bersifat turun menurun, digunakan untuk menguatkan maksud karangan, pemberi nasihat, pengajaran atau pedoman hidup. Dikutip dari Kumpulan Majas, Pantun dan Peribahasa plus Kesusasteraan (2014) karya Ernawati Waridah, peribahasa adalah kalimat atau kelompok kata yang tetap susunannya dan mengandung satu maksud tertentu.

Ciri-ciri Peribahasa

Susunan kata di dalam peribahasa bersifat tetap karena jika diubah, susunan kata itu tidak lagi dapat dikatakan peribahasa.

Berikut ciri-ciri peribahasa:

  • Susunan kata-kata di dalam peribahasa sudah pasti dan tidak bisa diubah.
  • Kalimat peribahasa biasanya untuk memperindah bahasa atau bahkan menyindir.
  • Kata-kata dalam peribahasa biasanya teratur, mengesankan dan mempunyai makna.
  • Didasarkan pada pandangan atau perbandingan teliti terhadap alam sekitar, peristiwa yang terjadi atau berlaku di masyarakat.
  • Dibentuk dan diciptakan dengan satu ikatan bahasa yang padat dan indah sehingga melekat di masyarakat secara turun temurun.

Fungsi Peribahasa

Peribahasa mempunyai beberapa fungsi sosial, di antaranya:

  • Memberikan nasihat
  • Pengamatan terhadap dunia dan keadaan
  • Sebagai tanda identitas pembicara dalam suatu kaum
  • Memperindah bahasa cakap.

Jenis- jenis peribahasa

Mengutip Buku Pintar Pantun dan Peribahasa Indonesia (2015) karya Mutia Dwi Pangesti, berikut ini jenis-jenis peribahasa:

  1. Pepatah Pepatah adalah peribahasa yang mengandung nasihat atau ajaran dari orang tua-tua, biasanya dipakai atau diucapkan untuk mematahkan lawan bicara.
    2. Ungkapan Ungkapan adalah kiasan tentang keadaan atau kelakuan seseorang yang dinyatakan dengan pepatah atau beberapa patah kata. Baca juga: Utamakan Pemakaian Bahasa Indonesia di Ruang Publik
    3. Bidal atau Pemeo Bidal atau pemeo adalah peribahasa atau pepatah yang mengandung sindiran, peringatan atau ejekan.
    4. Perumpamaan Perumpamaan adalah kata-kata yang mengungkapkan keadaan atau kelakuan seseorang dengan mengambil perbandingan dari alam sekitar. Biasanya didahului kata seperti, bagai, bak, laksana, dan lain-lain.
    5. Tamsil atau ibarat Tamsil atau ibarat adalah kiasan yang sering menggunakan kata “ibarat” untuk membuat perbandingan tentang suatu perkara. Penggunaannya bertujuan untuk menjadikan maksudnya bertambah nyata.
    6. Semboyan Semboyan adalah kalimat, frase atau kata yang digunakan sebagai pedoman atau prinsip.

Sumber : https://www.kumpulanperibahasa.web.id/