Inspirasi Cerpen Shades and Ashes

Inspirasi Cerpen Shades and Ashes – Dalam sebuah cerpen pasti memiliki makna tersendiri yang meski bernilai singkat. Beberapa cerpen yang memiliki inspirasi juga tidaklah banyak. Berikut ini adalah inspirasi dari cerpen shades and ashes

1 – “Semua orang mulai paham mengapa pendengar menjadi begitu penting”
Pada kisah Hearken digambarkan bahwa dimasa depan, manusia mampu mendeteksi kemampuan, bakat, sampai kematian seseorang dengan cara memberikan sebuah alat pada sistem pendengaran manusia. Tentu saja, alat ini hanya diberikan kepada anak-anak tertentu yang dinilai memiliki bakat dan kemampuan untuk mendengar.
Salah satunya adalah Darya, anak perempuan itu selalu bertanya mengapa pendengar begitu sangat penting. Setelah menjadi salah satu pendegar, Darya akhirnya mengerti mengapa seorang pendengar sangat penting bagi kehidupan.

Inspirasi Cerpen Shades and Ashes

2 – “Tidak ada kehidupan yang mudah, ini hanya sulit dengan cara berbeda”
Kutipan itu terdapat di kisah Branded. Dalam kisah tersebut, manusia hidup di dalam banteng untuk menghindari kematian tragis yang disebabkan oleh binatang buas. Tinggal dalam banteng adalah hak istimewa yang tidak didapat semua orang. Oleh sebab itu, peraturan pun sangat ketat sehingga kehidupan yang dijalani menjadi monoton.
Rayne, seorang gadis muda diam-diam membuat rencana dengan temannya untuk keluar dari banteng. Konon, di luar banteng terdapat kelompok yang hidupnya bebas dan penuh tantangan.

Ketika akan kabur, Rayne berkata “Tidak ada hidup yang mudah, ini hanya sulit dengan cara berbeda”. Singkat cerita, Rayne mampu keluar melewati banteng dan menemukan kehidupan dengan tantangan berbeda setiap harinya.
Terkadang, kehidupan sangat sulit untuk dijalani. Tak jarang, seseorang ingin menjadi individu lain dengan tujuan kehidupan yang lebih baik. Padahal, belum tentu kehidupan seseorang lebih indah dan sempurna dari apa yang dijalaninya.
Kalimat ini menjadi sebuah pecutan agar terus bertahan, melawan dan menikmati alur kehidupan yang tak jarang menyesakkan.

Baca Juga :Peribahasa Sunda yang Berisi Sindiran

3 – “Melewati rasa sakit akan menghasilkan kegembiraan yang lebih besar”
Kembali pada kisah Hearken, setiap pendengar diwajibkan untuk menguasai tiga alat musik. Darya memilih untuk menguasai biola, meski jarinya terlalu lembut untuk sebuah biola.
Dengan pemikiran “Karena tahu, melewati rasa sakit akan menghasilkan kegembiraan yang lebih besar” ia berlatih dengan seluruh tenaganya sampai ia mampu menguasainya.
Pesan ini menjadi sebuah renungan penting. Tak jarang, kehidupan menjadi sangat berat dan menyesakkan yang mengakibatkan keinginan untuk menyerah.
Namun perlu diingat, ketika sudah mengeluarkan segala usaha yang dibarengi do’a dan kepasrahan, niscaya kesakitan yang sudah terlewati menjadi kegembiraan dan kebahagian tersendiri.