Cerita Misteri Perpustakaan Sekolah

Cerita Misteri Perpustakaan Sekolah

kumpulanperibahasa.web.id Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Cerita Misteri Perpustakaan Sekolah. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Cerita Misteri Perpustakaan Sekolah

Hari ini hari pertama aku masuk sekolah baru setelah mendapatkan hasil nilai UN yang dapat dikatakan siswa tersebut telah lulus. Aku masuk di SMPN 20 pekanbaru yang termasuk SMP favorit.

“Perkenalkan namaku nadinda laura, asal sekolah dari sd 177 pekanbaru.” kataku saat memperkenalkan diri saat berada di kelas.

Oh ya, kelas yang kutempati untuk belajar adalah ruang kelas 71. Selama sekolah, aku sering melihat hal hal yang aneh. Seperti suara yang memanggil aku. Suara tersebut berasal dari perpustakaan.
Di sekolah aku mendapatkan banyak teman. Namanya aqila, suha, mutia, dhea, dan fatimah. Tapi aku lebih sering bersama dengan aqila. Hal yang membuat aku suka di sekolah ini adalah perpustakaannya. Dalam perpustakaan ada banyak buku yang aku sukai, dan ruangannya ada ACnya.

Sekarang aku telah menduduki kelas 3 smp. Ruang kelas aku adalah kelas 91. Sampai sekarang aku masih tetap suka pergi ke perpustakaan. Tapi, pada suatu hari, saat aku berada di perpustakaan, aku melihat ada sebuah buku. Buku tersebut sudah usang dan berdebu. Di belakang buku itu ada sebuah surat yang bertuliskan ‘tolong aku’ yang aku pikir menggunakan tinta merah. Tapi saat aku menyentuh tulisan itu, tintanya lengket ke tanganku dan baunya sangatlah anyirr. Segera aku meletakkan buku itu kembali dan pergi dari perpustakaan itu karena bel pelajaran sudah berbunyi. Selama belajar, aku tidak bisa konsentrasi karena memikirkan hal tersebut.

Bel pulang sekolah berbunyi. Saat di rumah aku masih kepikiran kejadian tadi. Karena lelah, aku pun tertidur. Saat ku terbangun, jam masih menunjukkan pukul 01.00 dini hari. Aku terbangun karena aku bermimpi melihat seorang perempuan yang mau melahirkan di ruang perpustakaan. Saat itu datanglah seseorang yang menggunakan cadar hitam yang membawa pisau dan kemudian membunuh wanita hamil tersebut.

Keesokan harinya, saat jam istirahat, aku menceritakan tentang buku dan mimpi yang aku alami. Ternyata kawanku, aqila juga merasakan hal yang sama. Saat kami sedang bercerita tentang hal tersebut, tiba tiba datanglah bu tika. Ia dikenal sebagai guru yang disiplin sekali. Melihat ibu tika lewat, kami pergi untuk menyalami tangan ibu tersebut. Tiba tiba aku teringat tentang mimpi semalam, bahwa seseorang pembunuh tersebut seorang wanita yang jari tangannya ada enam di tangan kanan.

“Qil, pasti ada kaitan antara mimpi kita semalam dengan perpustakaan sekolah.” kataku sambil berbisik.
“Aku juga berpikir begitu, bagaimana kalau kita selidiki nanti malam sekitar jam 11.00. Kita nanti pergi ke sekolahnya sama sama. Dinda nanti kamu tunggu aku di warung ‘mustika’. Gimana?” Usul aqila.
“Oke.” kataku bersemangat.

Bel pelajaran dimulai pun berbunyi. Proses belajar mengajar lancar. Tak lama kemudian, bel pulang berbunyi. Aku pulang secepatnya dan mempersiapkan alat yang dibawa nanti. Saat kami sudah berkumpul di warung ‘mustika’, kami pun pergi bersama sama ke sekolah.
Suasana sekolah sangatlah menyeramkan. Kami pergi ke ruang perpustakaan. Sialnya, pintu perpustakaannya terkunci. Tapi kami masuk lewat jendela. Saat di dalam perpustakaan, ada hantu perempuan yang perutnya bolong. Itu hantu sundel bolong.

Baca Juga : Cerpen Menanti Cinta Hingga Senja

“Aaa…, si.. Siapa kamu? Apa mau kamu?.” kataku ketakutan.
“Jangan takut, aku hanya minta bantuan dari kalian, tolong aku…” kata hantu tersebut.
“Minta bantuan apa?.” kataku.
“Tolong… Kalian tangkap guru yang sudah membunuhku. Carilah jasad ku dan kuburkan secara layak…!” Kata hantu tersebut.

Saat itu datanglah seorang wanita pakai cadar yang membawa pisau. Ia hendak menancapkan pisau itu ke aku, tapi aku berhasil mengelak. Saat itu aku pun berhasil membuka cadarnya.“I.. Ibu.., apa yang ibu lakukan, kenapa ibu ingin membunuh kami?” Kata aqila terkejut karna ternyata wanita yang hendak membunuh dinda itu adalah bu tika.“Aku akan membunuh kalian karena kalian sudah mengetahuinya.” jelasnya.“Jadi, ibu juga yang membunuh wanita itu.” kataku.“Iya, dia sudah berani ingin melaporkan aku ke polisi karena dia tahu kalau aku korupsi di sekolah ini. Aku tidak ingin itu terjadi. Dan kalian juga akan menemani wanita itu di neraka.” katanya sambil memainkan pisaunya.

Saat dia ingin menusuk ku dengan pisau, tiba tiba datang hantu tersebut dan mengarahkan pisaunya ke bu tika sampai bu tika tidak berdaya. Ia akhirnya pingsan. Aqila segera menelepon polisi.
Hantu itu memberi tahu tempat di mana jasadnya dikubur. Ternyata jasadnya di kubur di bawah lantai perpustakaan tersebut.

Tak lama kemudian datang lah polisi, kami menceritakan kejadian tadi. Polisi juga menahan bu tika. Kami juga memberi tahu jasad wanita tersebut dan menguburkannya secara layak. Saat itu aku melihat hantu itu, wajahnya sudah berubah, ia sangat cantik dan ia tersenyum lalu pergi menghilang. Ia sudah tenang.

Related posts