Beberapa-Peribahasa-Yang-Terkenal-Di-Indonesia

Beberapa Peribahasa Yang Terkenal Di Indonesia

kumpulanperibahasa –  Rasa sungkan untuk mengutarakan sesuatu secara gamblang bagi masyarakat Indonesia seringkali diakali dengan penggunaan peribahasa. Berikut 10 peribahasa terpopuler yang sering digunakan menganalogikan fenomena kehidupan sehari-hari :

Tong Kosong Nyaring Bunyinya

Tong kosong nyaring bunyinya menjadi peribahasa cukup populer dan sering dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Bak sebuah tong tanpa air, jika di pukul akan kencang suaranya. Berbeda dengan tong yang terisi air. Jika dipukul maka suaranya tidak begitu nyaring. Hal ini di umpamakan bagi seseorang yang banyak berbicara tapi ternyata miskin ilmu. Peribahasa ini bisa dijadikan sebuah sindiran kecil bagi seseorang.

Besar Pasak Daripada Tiang

Besar pasak dari pada tiang memiliki makna orang yang tidak mampu mengontrol keuangan. Dengan kata lain, lebih banyak pengeluaran dari pada pemasukan. Peribahasa ini memang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari terkait kondisi finansial seseorang.

Baca Juga :Prosa Lama Dan Prosa Baru

Ada Udang di Balik Batu

Seseorang yang melakukan sesuatu tapi memiliki niat terselubung bisa diartikan sada udang di balik batu. Sebenarnya peribahasa ini bisa bermakna negatif. Sebab sering kali jika ada orang menolong belum tentu tulus dan ikhlas membantu, melainkan ada niat buruk di dalamnya ataupun meminta imbalan. Peribahasa ini sekaligus mengajarkan kita untuk membantu seseorang dengan ikhlas.

Jauh di Mata Dekat di Hati

Ungkapan jauh dimata dekat di hati sering diucapkan oleh pasangan yang sedang menjalani Long Distance Relantionship (LDR) atau hubungan jarak jauh. Peribahasa ini bisa diartikan walau jarak dan waktu memisahkan, tapi tetap merasa dekat karena selalu ada dalam pikiran dan hati yang saling terpaut. Saking terkenalnya peribahasa ini, banyak musisi yang membuat lagu dengan memasukan peribahasa ini ke dalam lirik. Misalnya musisi sekaligus pencipta lagu kondang Melly Goeslaw dengan judul lagu Jika.

Sepandai-pandainya Tupai Melompat, Sekali Waktu Jatuh Juga