Sejarah Cerpen Di Indonesia

sejarah cerpen di indonesia

Kumpulanperibahasa.web.id Cerpen biasanya memiliki kata yang kurang dari 10.000 kata. cerpen hanya memberi kesan unik dan fokus pada satu karakter dan satu situasi.

Sejarah Cerita Pendek – Rasanya kurang lengkap jika kita hanya mengenal sebutan cerita pendek saja atau cerpen tanpa dibarengi dengan mengenal sejarahnya pula dan perkembangannya dari waktu ke waktu. Bagi anda yang suka berfikir pasti ingin mengetahui bagaimana bisa terbentuknya sebuah cerpen pada awalnya dan bagaimana pula perkembangannya dari masa ke masa. Untuk itulah akan kami rangkum dalam postingan kali ini agar dapat memberikan informasi serta wawasan pengetahuan tentang dunia kesusastraan baru bagi anda mengenai sejarah cerita pendek dan perkembangannya. Berikut adalah sejarahnya, selamat membaca.

Sejarah Cerita Pendek di Indonesia

Cerita pendek atau cerpen dalam catatan sejarah kesusastraan Indonesia sendiri merupakan genre atau jenis sastra yang usianya terbilang lebih muda dibandingkan dengan puisi dan novel. Tonggak terpenting dalam sejarah penulisan cerpen di Indonesia dimulai oleh cerita-cerita dari M.Kasim bersama Suman Hasibuan pada awal tahun 1910-an. Pada awalnya mereka hanya memperkenalkan cerita-cerita yang pendek atau singkat dan lucu.

Sejak saat itu pula lah di Indonesia mulai dikenal sebagai bentuk penulisan cerita pendek atau cerpen. Kemudian pada tahun 1930-an semangat dan kegairhan penulisan cerpen mulai semakin marak dengan di dukung oleh terbitnya dua majalah penting pada waktu itu, yaitu Pedoman Masjarakat dan Poedjangga Baroe. Tema-tema ceritnya pun mulai beragam tidak hanya mengutamakan cerita yang singkat dan lucu saja namun lebih pada ke arah tentang kemanusiaan, kebangsaan dan tema revolusi.

Penulisan cerpen mulai memuncak ketika pemerintahan Jepang menggaungkan slogan Kemakmuran Asia Raya. Pada zaman ini karangan karangan cerpen dianggap lebih efektif dalam mendukung tujuan bersama karena sifatnya yang lebih pendek dibandingkan dengan novel dan juga sifatnya lebih komunikatif dengan puisi karena mudah untuk dimengerti dan pembacanya pun sangat mudah untuk menyelami isi ceritanya. Lalu kemudian atas dasar itu pula lah pemerintah Jepang mulai memfasilitasi berbagai macam kegiatan lomba cerpen dan mulai membuka seluas luasnya ruang publikasi cerpen pada koran koran yang merupakan media corong pemerintahan Jepang saat itu yaitu Djawa Baroe dan Asia Raja (Asia Raya).

Baca juga : Pengertian Cerpen Pendidikan

Sejarah Cerita Pendek Atau Cerpen dan Perkembangannya Dari Waktu ke Waktu

Kemudian pada zaman ini pula beberapa pengarang baru mulai bermunculan. Pada zaman ini cerpenis yang lahir di antaranya adalah Usmar Ismail dan Rosihan Anwar. Selain mereka pada zaman ini H.B Jassin yang lahir di Gorontalo 31 Juli 1917 juga menulis cerpen dan salah satu karya cerpennya berjudul “Anak Laut” dan bertambah karya karya dari pengarang lain pula dengan cerpen cerpen buah tangan cinta (1946). Sebelum masa perang H.B Jassin menulis cerpen yang dimuat dalam majalah Poedjangga Baroe, antara lain yang berjudul “Nasib Volontire” (1941). lalu setelah masa itu Jassin lebih mencurahkan karyanya pada penulisan kritik dan esai sastra sambil menyelenggarakan dokumentasi Indonesia modern.

Pengarang cerpen lain yang muncul pada zaman Jepang ialah Bakri Siregar yang lahir di Langsa, Aceh 1922.Cerpennya yang pertama berjudul “Di Tepi Kawah” mendapat hadiah pertama dalam sayembara mengarang cerpen. “Di Tepi Kawah” ini juga dibukukan dalam kumpulan cerpen Jejak Langkah (1953).

Lalu pada tahun 1950 hingga 1960-an perkembangan kepenulisan cerpen mengalami puncaknya. Pada 1960 sampai 1965 sastra Indonesia mengalami gejolak akibat dominasi politik kemudian perhatian para pengarang sastra lebih terfokus pada perbantahan ideologi yakni polemik besar antara pendukung Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra) dan pendukung Manifes Kebudayaan (Manikebu). lalu setelah peristiwa itu tidak banyak lahir karya sastra yang dipublikasikan pada masa itu.

Kemudian pada Juli 1966 lahirlah majalah Horison yang cukup terkenal hingga saat sekarang dan para penulis pun kembali giat dalam mempublikasikan karya karyanya pada tahun ini. Dan disana pula lah berlangsung beberapa pembaharuan yang dilakukan oleh para penulis cerpen. Melalui media ini lahirlah nama-nama cerpenis penting yang patut dicatat dalam perjalanan tonggak sejarah cerpen Indonesia antara lain Iwan Simatupang, Umar Kayam, Budi Darma, Danarto dan Putu Wijaya.

Pada tahun 1970-an sedikit demi sedikit terjadi pergeseran tema dan bentuk penulisan cerpen akibar dari semakin banyaknya koran koran dan media yang menyiarkan karya sastra hingga sampai sekarang.

Itulah sejarah singkat nan padat namun penuh dengan informasi yang dapat anda temukan tentang sejarah dan pekembangan cerita pendek atau cerpen di Indonesia. Semoga dengan adanya tulisan ini kita semua dapat mengapresiasi karya sastra yang ada saat ini karena dengan melihat sejarah yang sudah anda baca di atas betapa tidak mudah nya para cerpenis dalam menyajikan dan mempublikasikan karya karyanya pada masa penjajahan dan perang, berbeda sekali dengan masa masa sekarang yang semuanya serba ada dan tinggal menekan tobol atau klik saja, maka untuk itu kita sebagai pecinta karya sastra perlu memperhatikan dan menghargai karya karya cerpenis lama.

Related posts