Peribahasa Jawa yang Sarat Nasihat

Peribahasa Jawa yang Sarat Nasihat

Kumpulanperibahasa.web.id – Kamu pasti sudah familiar dengan peribahasa dalam bahasa Indonesia, karena itu termasuk diajarkan pada saat berada di bangku sekolah. Namun, bagaimana dengan peribahasa dalam bahasa Jawa? Mungkin belum banyak di antara kamu yang terbiasa apalagi memahami makna yang terkandung di dalamnya.

Padahal, walaupun terlihat sederhana peribahasa Jawa ternyata sarat akan makna yang mendalam, lho. Banyak nasihat tentang kehidupan yang bisa kamu pelajari dan terapkan dari beberapa peribahasa Jawa, yang mungkin pernah sesekali terdengar di telinga. Misalnya, seperti beberapa peribahasa Jawa berikut. Coba deh, kamu baca dan resapi pasti bisa membantumu menjalani hidup dengan lebih baik lagi.

1. Adigang, adigung, adiguna (Mengandalkan kekuatan, kedudukan serta kepandaian)
Tak semua orang dilimpahi dengan kekuatan, kedudukan dan kepandaian sekaligus. Maka dari itu, jika kamu termasuk mempunyai ketiganya pantas kalau dirimu bersyukur. Tentunya hidupmu akan berjalan dengan mudah. Asalkan selalu ingat, bahwa apa yang kamu miliki tersebut, tak semata-mata digunakan untuk kepentingan pribadi saja. Itu sih, egois namanya.

Kamu wajib berbagi ilmu dengan orang lain. Juga mempergunakan kekuatan serta kedudukan untuk menolong sesama yang membutuhkan. Itu baru bukti hidupmu bermanfaat.

2. Anak polah bapa kepradhah (Perbuatan tercela yang dilakukan anak, akan berimbas pada nama baik orangtua)
Sebagai seorang anak, kamu harus ekstra hati-hati dalam bertindak. Jangan sampai, karena gegabah menuruti emosi, kamu jadi melakukan perbuatan buruk yang merugikan orang lain. Sadarlah, bahwa jika itu terjadi, gak hanya kamu yang harus menanggung sakit atau malu, tapi juga kedua orangtuamu.

Perbuatan anak, adalah tanggung jawab orangtua juga. Apalagi kalau usiamu masih di bawah umur. Daripada melakukan perbuatan negatif, mending carilah kegiatan positif yang akan menguntungkanmu di masa depan. Buatlah orangtua bangga, sebagai balas budi, atas jerih payah mereka merawatmu sampai sekarang.

3. Criwis cawis (Banyak omong tapi tidak mau bertindak )
Zaman sekarang, apalagi di era digital kamu pasti sering menemui orang-orang yang beraninya hanya berkoar-koar di medsos. Tapi bila orang tersebut diajak tatap muka secara langsung, pasti cuit hati alias takut. Peribahasa ini mirip dengan peribahasa Indonesia, “Tong kosong nyaring bunyinya”. Alias orang yang banyak cakap, belum tentu berani bertindak sesuai apa yang digembar-gemborkannya.

Ketimbang menjadi orang yang kebanyakan teori, lebih baik kamu tunjukkan langsung kalau dirimu mampu, melalui bukti dan prestasi.

4. Jalukan ora wewehan ( Banyak permintaan tapi tak mau berbagi )
Sebagai makhluk sosial tentunya kamu gak bisa hidup sendiri, tanpa bantuan orang lain. Pandai membawa diri, menjadi salah satu modal kamu dapat bersoasialisasi dengan baik. Biasakan untuk tidak terus-terusan meminta tapi giliran dimintai bantuan suka menolak atau pura-pura tidak tahu.

Ingat, gak selamanya kamu berada di atas. Sebaiknya, jangan terlalu sering meminta tapi enggan keluar modal. Hidup itu adalah tentang memberi dan menerima. Kalau mau menerima kamu juga harus mau memberi. Gak melulu soal harta kok, memberikan bantuan tenaga juga sudah lebih dari cukup.

Baca Juga : Peribahasa Inggris yang Sama Seperti Pepatah Indonesia

5. Kebat kliwat gancang pincang (Bila tidak hati- hati maka akan menemui celaka )
Dalam agama dan kepercayaan manapun, pasti diajarkan untuk berdoa terlebih dahulu sebelum melakukan aktivitas. Misalnya saja, sebelum makan. Bila lupa tak membaca doa, bisa saja kamu akan tersedak saat sedang mengunyah makanan. Selain berdoa, kamu juga perlu untuk mawas diri serta berhati-hati. Jangan sampai karena keteledoran, justru mengakibatkan kesialan.

6. Nabok nyilih tangan (Melimpahkan kesalahan pada orang lain )
Kalau kamu berani berbuat seharusnya sudah siap dengan segala resikonya. Jangan sampai, kesalahanmu justru dilimpahkan pada orang lain yang gak bersalah. Kalau dalam peribahasa Indonesia, dikatakan ” Lempar batu sembunyi tangan”. Perbuatan itu sama sekali tidak mencermikan sikap terpuji, justru kamu akan dikatakan pecundang.

Tak apa kok berbuat salah, asalkan mau bertanggung jawab. Dengan begitu, kamu akan benar-benar belajar dari kesalahan tersebut dan lain kali gak bakal mengulanginya lagi.

7. Pupuran sak durunge benjut (Berhati-hati dan waspada sebelum mendapatkan masalah )
Siapapun tak bisa menebak besok akan mengalami kejadian apa. Akan tetapi kamu bisa mengantisipasi kejadian buruk dengan selalu bersikap waspada. Sekiranya, ada hal tak menyenangkan yang bakal terjadi, kamu sudah siap menghadapinya.

Percayalah, selalu waspada akan menjauhkanmu dari masalah. Ya, walaupun gak bisa sepenuhnya terhindar dari persoalan, tetapi dengan begitu kamu jadi memiliki banyak solusi untuk mengatasinya.

Related posts