Peribahasa Jawa Agar Hidupmu Lebih Baik

Peribahasa Jawa Agar Hidupmu Lebih Baik

Kumpulanperibahasa.web.id – Peribahasa jawa memang sarat filosofi dan makna yang dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Memang sekilas terdengar remeh, bahkan belum banyak orang yang mengetahuinya. Namun jika kamu resapi dalam hati, beberapa peribahasa di bawah ini maknanya sangat indah dan dalam. Semuanya bertujuan agar kamu menjadi manusia yang selalu waspada dan berhati-hati dalam bertindak. Berikut dibawah ini langsung saja kita bahas mengenai peribahasa jawa yang akan membuat hidupmu lebih baik lagi :

Kuthuk marani sundhuk
Peribahasa ini mungkin terinspirasi dari kebiasaan orang jawa yang gemar berburu kuthuk atau ikan gabus di sekitar sungai. Lalu kuthuk tersebut disundhuk atau ditusuk dengan sebilah bambu dan dibakar diatas api.

Orang jawa mengimplementasikan bahwa ikan gabus yang telah ditusuk berarti sudah masuk ke dalam perangkap dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Nah, agar kamu tak bernasib sama seperti si kuthuk, maka kamu harus benar-benar berhati-hati dalam bertindak.

Jangan sampai ceroboh dan akhirnya malah membahayakan diri sendiri.

Nguyahi banyu segara
Nguyahi segara artinya mengasinkan lautan. Maknanya, sesuatu yang dilakukan dengan ceroboh pasti akhirnya sia-sia dan mungkin saja bisa melukai diri kita sendiri. Kalau lebih diresapi lagi maknanya, untuk apa pula kita susah payah mengasinkan lautan? Toh sudah takdirnya air lautan terasa asin.

Asu marani gebhug
Peribahasa ini intinya sama dengan peribahasa ulo marani gephuk. Perbedaannya hanya peribahasa ini mengambil contoh seekor anjing karena lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Seekor anjing yang dianggap membahayakan biasanya akan digebhug atau dipukul agar menjauh. Agar kamu tak disamakan dengan peribahasa ini, mulai sekarang kamu harus benar-benar berfikir apakah tindakanmu sudah benar dan tidak merugikan dirimu sendiri apalagi orang lain.

Baca Juga : Cerpen Berjudul Selalu Ada Rindu yang Menyengat

Jaran kerubuhan empyak
Kalau dalam bahasa indonesia, peribahasa ini kurang lebih sama dengan sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Sesuai dengan kata kerubuhan yang artinya kejatuhan dan empyak yang bermakna sesuatu yang besar dan mengerikan. Maka dari itu, sebelum kamu kerubuhan empyak dan belum tentu bisa bangkit sendiri, kamu harus benar-benar berhati-hati ya.

Iwak kalebu ing wuwu
Iwak yang berarti ikan, kalebu berarti masuk dan wuwu yang berarti lumpur atau perangkap ini mengingatkan kita agar benar-benar berhati-hati dalam bertindak. Sekali salah melangkah, belum tentu kita dapat menyelesaikannya dengan mudah. Sama seperti ikan yang masuk ke dalam perangkap, tentu sulit melepaskan diri bukan?

Ulo marani gephuk
Secara manusiawi, kita akan terkejut bahkan refleks memberikan serangan dengan cara nggephuk atau memukul ketika kita didatangi seekor ular. Dalam situasi ini, kedatangan ular tersebut justru membahayakan dan bisa membuat dirinya sendiri terbunuh. Sama seperti manusia, gephuk artinya bahaya. Manusia yang ceroboh tentu akan mendatangkan bahaya yang bisa mencelakai dirinya.

Related posts